-->

Ads (728x90)

 

Presiden Prabowo Subianto bertelepon dengan pemimpin dunia. (Akun Instagram Sekretariat Kabinet)

JAKARTA, Peristiwanusantara.com - Tarif impor baru Amerika Serikat (AS) bikin geger hingga pemimpin dunia langsung teleponan merespons kebijakan Presiden AS Donald Trump tersebut. Tak terkecuali Presiden Prabowo Subianto yang langsung berkomunikasi dengan pemimpin negara lain terkait kebijakan Trump itu.

Untuk diketahui, Indonesia terkena tarif sebesar 32% untuk barang impor dari Indonesia yang masuk ke AS. Tarif itu diterapkan karena Trump menyebut Indonesia mengenakan tarif 64% untuk barang-barang ekspor dari AS.

Prabowo Ditelepon Anwar Ibrahim

Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan dirinya belum lama ini berbincang dengan pemimpin-pemimpin negara di ASEAN termasuk Prabowo lewat telepon. Dia menyebut perbincangan itu membahas tarif baru AS.

"Hari ini saya berkesempatan mengadakan perbincangan menerusi perbualan telefon bersama pimpinan negara ASEAN antaranya Indonesia, Filipina, Brunei Darussalam dan Singapura bagi mendapatkan pandangan serta menyelaraskan tindak balas bersama terkait isu tarif timbal balik Amerika Syarikat (AS)," tulis Anwar dalam akun Instagram resminya dilihat, Sabtu (5/4).

Malaysia yang diketahui merupakan pemegang keketuaan ASEAN akan mengutamakan prinsip keadilan dalam perundingan perdagangan internasional. Anwar Ibrahim menyebut ASEAN juga akan berbicara dengan AS terkait penerapan tarif ini.


"Selaku Pengerusi ASEAN, Malaysia mahukan kesepakatan sesama negara anggota dalam mewujudkan prinsip keadilan dan kesaksamaan dalam sebarang perundingan perdagangan antara negara, termasuk hubungan rakan dialog ASEAN-AS," ujar Anwar Ibrahim.

"Insya-Allah, Mesyuarat Peringkat Menteri-Menteri Ekonomi ASEAN minggu depan akan terus membincangkan perkara ini dan mencari solusi terbaik buat keseluruhan negara anggota," pungkasnya.

Prabowo Teleponan dengan 5 Pemimpin Dunia

Presiden Prabowo Subianto bertelepon dengan sejumlah pemimpin negara. Teleponan itu disebut dalam rangka hari raya Idul Fitri 1446 Hijriah. Namun juga membahas isu teraktual global termasuk tarif baru AS.

Adapun kelima pemimpin negara itu ialah Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, Raja Malaysia Sultan Ibrahim, Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah, dan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

"Presiden Prabowo menyampaikan penghargaan atas ucapan dan doa yang diberikan, serta membalas dengan harapan agar Idulfitri menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan dan kerja sama antar negara," ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangannya, Sabtu (5/4).

Dalam percakapan dengan Presiden Erdogan, kedua pemimpin menegaskan kembali pentingnya hubungan erat antara Indonesia dan Turkiye. Khususnya dalam bidang perdagangan, pertahanan, dan solidaritas umat Islam di dunia.

Sementara itu, sambungan telepon dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dan Yang di-Pertuan Agong Sultan Ibrahim berlangsung hangat. Prabowo menekankan pentingnya kerja sama bilateral Indonesia dan Malaysia dalam menjaga stabilitas kawasan dan kesejahteraan rakyat kedua negara.

Ucapan selamat juga disampaikan oleh Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah yang dikenal sebagai salah satu pemimpin terdekat Indonesia di kawasan Asia Tenggara. Prabowo menyambut baik komunikasi tersebut dan menyampaikan komitmen Indonesia untuk terus memperkuat hubungan dengan Brunei Darussalam.

Emmanuel Macron juga mengucapkan selamat Idul Fitri kepada Prabowo. Dalam sambutan balasannya, Prabowo menegaskan pentingnya dialog lintas budaya dan kerja sama global di tengah tantangan dunia yang semakin kompleks.

"Presiden menyampaikan rasa hormat dan terima kasih atas perhatian dari para pemimpin sahabat, serta berharap Idulfitri dapat membawa kedamaian, kebahagiaan, dan semangat baru bagi umat Islam dan seluruh masyarakat dunia," tambah Teddy.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan dirinya baru saja melakukan obrolan lewat telepon dengan Prabowo. Macron mengatakan dirinya dan Prabowo sepakat memperkuat kerja sama.

Hal itu disampaikan Macron dalam cuitan berbahasa Indonesia di akun X (dulu Twitter) resminya, @EmmanuelMacron, seperti dilihat Sabtu (5/4). Macron mengatakan dirinya akan mengunjungi Indonesia pada Mei 2025.

"Saya baru saja berbicara dengan Presiden Indonesia, @Prabowo Subianto. Kita telah memutuskan untuk memperkuat hubungan antara negara kita dengan proyek-proyek yang ambisius dan berwawasan ke depan," ujar Macron.

Dia mengatakan Prancis dan Eropa ingin membangun ekonomi masa depan dengan Indonesia. Dia juga menyebut dirinya dan Prabowo bertekad memperkuat kerja sama di berbagai bidang.

"Prancis dan Eropa ingin membangun ekonomi masa depan bersama Indonesia dengan menciptakan rantai nilai yang tangguh, terutama di sektor logam kritis, serta mendukung transisi energi," ucapnya.

Macron mengatakan dirinya dan Prabowo punya tekad yang sama untuk menghadirkan perdamaian di Timur Tengah serta mengakhiri perang di Ukraina. Dia mengatakan Prancis dan RI akan bekerja sama dalam persiapan konferensi tentang Gaza, Palestina, pada Juni mendatang.

"Masa depan dibangun melalui kemitraan yang kuat, perdagangan yang terbuka, dan visi bersama," tulisnya.

Trump Ungkap Dilobi Vietnam

Trump memuji cara pemimpin Vietnam melobi dirinya untuk mengurangi tarif. Dia mengatakan AS dan Vietnam siap membuat kesepakatan soal tarif.

Dilansir AFP, Sabtu (5/4), Trump mengatakan dirinya melakukan panggilan telepon yang sangat produktif pada Jumat (4/4) dengan Sekjen Partai Komunis Vietnam, To Lam.

Sebagai pusat manufaktur yang menjadikan AS pasar terbesarnya tahun lalu, Vietnam dihantam dengan tarif 46% dari AS. Trump mengatakan Vietnam siap memangkas tarif barang dari AS menjadi nol jika bisa mendapat kesepakatan yang bagus dengan AS.

"Baru saja melakukan panggilan telepon yang sangat produktif dengan To Lam, Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam, yang mengatakan kepada saya bahwa Vietnam ingin memangkas Tarif mereka hingga nol jika mereka dapat membuat kesepakatan dengan AS," kata Trump di Truth Social.

Trump menyampaikan terima kasih kepada To Lam. Dia mengaku menantikan pertemuan dengan To Lam.

"Saya mengucapkan terima kasih kepadanya atas nama Negara kita, dan mengatakan saya menantikan pertemuan dalam waktu dekat," ujarnya.

Kesediaan Trump untuk terlibat dalam pembicaraan dengan Vietnam menyoroti ketidakpastian yang lebih luas atas kebijakan tarifnya, setelah para pejabat bersikeras bahwa pungutan tersebut tidak dapat dinegosiasikan. Vietnam memanfaatkan lokasinya dan tenaga kerja terampil yang murah untuk memposisikan dirinya sebagai pusat manufaktur alternatif bagi China selama perang dagang antara Beijing dan Washington pada masa jabatan pertama Trump.

Banyak perusahaan mengalihkan sebagian rantai pasokan mereka hingga membuat surplus perdagangan Vietnam dengan AS berlipat ganda antara tahun 2017 dan 2023.

Namun kini, merek-merek besar seperti Nike yang memproduksi 50% alas kakinya dan 28% pakaiannya di Vietnam pada tahun 2024 menghadapi biaya yang jauh lebih tinggi yang harus mereka tanggung atau bebankan kepada pelanggan. Raksasa game Jepang Nintendo juga telah mengalihkan sebagian besar produksinya ke Vietnam dan Kamboja dalam beberapa tahun terakhir.

Nintendo mengatakan mereka menunda prapemesanan konsol game Switch 2 yang sangat dinanti-nantikan, yang akan diluncurkan pada tanggal 5 Juni. Hal itu dilakukan karena mereka sedang menilai dampak dari tarif Trump terhadap harga produk mereka.


Sumber : detik.com

Editor : Ismanto

Posting Komentar